RAGAM NARASI. ID -, Terdata lebih dari 40 warga, sebagian besar anak-anak, dilaporkan mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan di sekolah di Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi. Para korban mengalami gejala muntah, diare, badan lemas, hingga bibir membiru.
Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno (BBS), memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis gratis yang ditanggung oleh pemerintah daerah.
“Kesehatan anak-anak menjadi prioritas utama kami. Seluruh biaya pengobatan korban ditanggung pemerintah daerah,” tegas BBS.
Pantauan di RSUD Ahmad Ripin Sengeti menunjukkan pasien anak terus berdatangan sejak siang hari dengan keluhan serupa.
Sejumlah orang tua menyebut gejala muncul tidak lama setelah anak-anak mengonsumsi makanan di sekolah.
Salah satu orang tua murid RA, Fitriani, mengungkapkan kondisi anaknya memburuk sesaat setelah pulang ke rumah.
“Sekitar jam sebelas siang masih normal. Setelah makan di sekolah, anak saya muntah-muntah dan badannya gemetaran,” ujarnya.
Kejadian serupa dialami murid SD Negeri 205 Kelurahan Sengeti. Ratih, orang tua murid, menyebut anaknya awalnya tampak sehat sepulang sekolah, namun kemudian mengalami muntah dan diare.
“Di sekolah makan soto dari MBG. Setelah itu baru muntah dan mencret,” kata Ratih.
Saat ini, pemerintah daerah tengah menyusun mekanisme penindakan dan evaluasi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendistribusikan makanan.
Namun, Pemda menegaskan fokus utama tetap pada penanganan medis agar seluruh korban segera pulih.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan petugas kesehatan, sembari menunggu hasil pemeriksaan lanjutan terkait penyebab kejadian tersebut.(*)







