Puluhan Mahasiswa UIN Jambi Lakukan PPK Diberbagai Tempat Di Jawa Barat

RAGAM NARASI.ID -, Dalam rangka memperkuat materi perkuliahan  mahasiswa-mahasiswi Kampus Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Jurusan Tadris Biologi,  melaksanakan kunjungan  Praktek Penguatan Konten (PPK) dibeberapa tempat.

Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, dimulai dari tanggal 10 hingga 12 Juni 2024.

Pada hari pertama  mahasiswa  mengunjungi Balai Inseminasi Buatan Lembang ( BIB),  lalu di hari kedua perjalanan mahasiswa dilanjutkan ke Kebun Raya Bogor, yang terletak di jantung Kota Bogor, Jawa Barat, yang merupakan salah satu pusat penelitian dan konservasi tumbuhan terbesar di Indonesia dan pada hari ketiga, mahasiswa akan mengunjungi PT Swen IT dan Badan Riset dan Inovasi Nasional ( BRIN).

Keberangkatan para mahasiswa mahasiswi ini, turut didampingi oleh 

Kaprodi dan Sekretaris Tadris Biologi Dr. H. Salahuddin. M. Si. & Defita Permata, M.Pd. beserta Tim Dosen Pendamping Evan Vria Andesmora, M.Si., Dodo Tomi, M.Pd., Ramazani Novanda, M.Pd., Riko Aprianto, M.Pd., dan Widya Bela Oktaviani, M.Biomed.

Kegiatan ini, turut diikuti oleh ratusan mahasiswa yang sedang duduk di semester 4 bangku perkuliahan.

Dilokasi yang pertama, Senin 10 Juni 2024, mahasiswa mengunjungi BIB Lembang yang merupakan balai inseminasi buatan pertama yang didirikan di Indonesia dengan tujuan menghasilkan ternak yang berkualitas dengan pertumbuhan yang lebih cepat, produksi susu yang lebih tinggi, dan kualitas daging yang lebih baik dengan menggunakan semen beku dari ternak jantan unggul.

Kemudian, pada selasa, 11 Juni 2024 mahasiswa Tadris Biologi, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dipandu dan didampingi oleh Tim Dosen dari Tadris Biologi disambut hangat oleh Staff Kebun Raya Bogor (KRB) dalam melakukan praktikum ekologi tumbuhan dan Mikrobiologi guna memberikan pengalaman belajar yang unik dan mendalam mengenai keanekaragaman hayati, terutama dalam memahami berbagai jenis tumbuhan langka serta status konservasinya. 

Dosen Pengampu MK Ekologi Tumbuhan, Evan Vria Andesmora, M.Si. menjelaskan bahwa Kebun Raya merupakan laboratorium alam terbuka yang ideal untuk praktikum ekologi tumbuhan. Dengan keanekaragaman flora yang tinggi, mahasiswa dapat mempelajari berbagai aspek ekologi, mulai dari interaksi antarspesies hingga adaptasi tumbuhan terhadap lingkungan. 

"Praktikum ini tidak hanya memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa tentang cara mengidentifikasi dan mengklasifikasikan tumbuhan, tetapi juga membantu memahami peran penting tumbuhan dalam ekosistem," katanya.

Dalam praktikum di Kebun Raya, mahasiswa Tadris Biologi diperkenalkan dengan berbagai jenis tumbuhan langka yang dilindungi seperti spesies pohon dari keluarga Dipterocarpaceae, jenis pohon ini memiliki kayu berkualitas tinggi yang sering dieksploitasi secara berlebihan, sehingga menjadikan status konservasinya terancam. Selain itu, juga ada _Nepenthes_ spp. Atau tumbuhan kantong semar. 

Tumbuhan ini sering dijadikan objek penelitian karena mekanisme uniknya dalam menangkap serangga. Banyak spesies Nepenthes berada dalam status konservasi terancam karena perubahan habitat dan perburuan liar.

Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa ‚ÄúPraktikum ekologi tumbuhan di Kebun Raya Bogor ini mengajarkan mahasiswa tentang pentingnya konservasi tumbuhan langka dan strategi yang digunakan untuk melindungi mereka dari kepunahan. Lebih dalam lagi, mahasiswa juga diperkenalkan dengan status konservasi berbagai tumbuhan langka di Kebun Raya Bogor. 

"Banyak dari tumbuhan ini masuk dalam daftar Merah IUCN (_International Union for Conservation of Nature_) yang menunjukkan tingkat ancaman terhadap spesies tersebut," tambahnya.

Selain praktikum ekologi tumbuhan, mahasiswa juga melakukan praktikum mikrobiologi yang berfokus pada pengamatan jenis-jenis jamur. Jamur adalah organisme yang penting dalam ekosistem karena peran mereka dalam dekomposisi dan siklus nutrisi.

Selama praktikum, mahasiswa belajar tentang morfologi, siklus hidup, dan peran ekologi dari setiap jamur. Dalam praktikum mikrobiologi, mahasiswa belajar mengamati struktur morfologi jamur. Identifikasi dilakukan dengan menggunakan panduan lapangan khusus. 

Selanjutnya, pada hari ketiga Rabu 12 Juni 2024, Prodi Tadris Biologi melanjutkan Praktek Penguatan Konten (PPK) di PT Swen IT. 

PT Swen IT sudah berdiri sejak tahun 2007 yang direktur utama merupakan mantan dosen IPB. PT Swen IT ini bergerak di bidang BIOGAS yang sudah di sertifikasi Menteri ESDM.

Beberapa aspek yang di kembangkan oleh PT SWEN IT iaitu pengembangan integrated farming, Bio Gas, Bio Urin, pembuatan fiberglass, bio suri.

 Sementara itu sesuai dengan mata kuliah islam eduprenuership di Tadris Biologi FTK UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, para dosen dan mahasiswa mencoba mengembangkan cakrawala di bidang bioenergi. 

Untuk profil lulusan di masa yang akan datang. Selain perkuliahan tadris biologi FTK UIN Jambi juga melakasakan MOU dengan PT SWEN IT agar kedepannya dapat merajut kerja sama yang dapat saling menguntungkan bagi ke dua belah pihak. 

Selain itu, mahasiswa Program Studi Tadris Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menyelenggarakan kegiatan Praktikum Penguatan Konten (PPK) mata kuliah Taksnomoni Tumbuhan dan Taksnomi Hewan di Badan Riset dan Inovasi Nasional(BRIN) Cibinong, Bogor  pada hari Rabu, (12 Juni 2024). 

Selama kegiatan di BRIN, mahasiswa didamping 7 orang dosen Tadris Biologi dan dipandu oleh Koordinator pelaksana Zoologicum Bogoriense yaitu Dr. Darmawan serta laboran zoologi.

Koordinator pelaksana menyambut dan sangat mengapresiasi kedatangan dosen dan mahasiwa Universitas Islam terbesar di Jambi.  Dalam pengantarnya Dr. Darmawan berharap bahwa kegiatan ini bukan hanya untuk pertama dan terakhir dilakukan di BRIN tetapi diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di masa yang akn datang.  Selanjutnya koordinator pelaksana  beserta laboran  memperkenalkan kepada mahasiswa berbagai jenis spesies hewan dari hewan avertebrata hingga invertebrata yang telah diawetkan. 

Setelah  kegiatan di labor  Zoologicum Bogoriense, selanjutnya mahasiswa dipandu oleh koordinator pelaksana koleksi herbarium  yaitu Dr. Yayah Robiah berserta laboran dan  didampingi oleh dosen-dosen tadris biologi. 

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa dibekali prosedur dalam pembuatan herbarium yang benar agar mendapatkan spesimen herbarium  yang memiliki ketahanan penyimpan yang lama. Selain itu, mahasiswa diperkenalkan berbagai macam jenis tumbuhan yang telah diawetkan.

Sebelum penutupan praktikum, 

Dr. Yayah Robiah memberikan wejangan kepada mahasiswa menjadi peneliti  cukup dimulai dari yang kecil, yang nantinya akan menjadi peneliti yang besar. (*)

Recommended

Highlights

Populer