Terima Kucuran Dana 15 Milyar Dari Pemerintah Pusat Untuk Penanganan Bencana Dan Karhutla, Berikut OPD Yang Mengelola

RAGAM NARASI.ID -, Pemerintah pusat menyalurkan bantuan dana sekitar Rp15 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), Jambi. Dana tersebut dialokasikan untuk mendukung operasional sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Jum'at (09/10/2026).

Bantuan itu menyasar lima OPD, yakni Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan (Dinkes), serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., membenarkan adanya penyaluran bantuan tersebut. Menurutnya, rencana penggunaan dana telah dibahas melalui rapat bersama Sekretaris Daerah (Sekda), BPBD, dan instansi terkait lainnya.

“Untuk informasi lebih rinci dan teknis terkait alokasi serta rencana penggunaan, silakan hubungi Sekda dan OPD terkait,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan sejumlah kepala OPD, alokasi bantuan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing instansi, mulai dari pengadaan peralatan penanggulangan karhutla hingga pembangunan infrastruktur pendukung.

Kepala Dinas Kesehatan Tanjab Barat, Sahala Simatupang, membenarkan instansinya menerima bantuan sebesar Rp1,2 miliar untuk mendukung operasional dan penanganan dampak karhutla.

“Benar, ada bantuan sebesar Rp1,2 miliar untuk pengadaan alat ISPA, masker, dan alat pengukur ISPU,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tanjab Barat, Hilman, mengatakan DLH menerima bantuan sebesar Rp1,3 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk kebutuhan operasional dan pengadaan alat pengukur Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).

Alat pengukur kualitas udara itu rencananya dipasang di depan Kantor Bupati Tanjung Jabung Barat agar kondisi kualitas udara dapat dipantau.

“DLH mendapat bantuan dana sebesar Rp1,3 miliar untuk operasional dan pembelian alat pengukur ISPU yang nantinya akan dipasang di depan Kantor Bupati,” terangnya.

Adapun BPBD Tanjab Barat menerima alokasi sebesar Rp8.720.945.000. Plt. Kepala BPBD Tanjab Barat, Samsuhadi, menyebutkan bahwa pihaknya juga memperoleh bantuan tambahan sebesar Rp500 juta.

Dana tersebut diperuntukkan bagi pemenuhan sarana dan prasarana serta jasa petugas lapangan dalam mendukung kegiatan penanggulangan bencana.

Di sektor pemadam kebakaran, Plt. Kepala Damkar Tanjab Barat, Hidayat, menjelaskan bahwa instansinya menerima bantuan sebesar Rp1,2 miliar untuk kebutuhan operasional dan pengadaan peralatan.

Sejumlah peralatan yang direncanakan untuk dibeli meliputi lima unit mesin, dua unit sumur bor, 10 rol selang berukuran 2,5 inci, 10 rol selang berukuran 1,5 inci, empat unit nosel berukuran 2,5 inci, serta empat unit nosel berukuran 1,5 inci.

Pengadaan tersebut diharapkan dapat mendukung kesiapan petugas dalam menghadapi kebakaran dan meningkatkan kemampuan penanganan kejadian di lapangan.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Tanjab Barat, Apri Dasman, S.T., menyampaikan bahwa instansinya merencanakan pembangunan embung di dua lokasi, yakni Kecamatan Batang Asam dan Kecamatan Renah Mendaluh.

“Dinas PUPR akan membangun embung di dua kecamatan, yakni Batang Asam dan Renah Mendaluh, dengan biaya sebesar Rp369.120.000 per lokasi,” tutupnya.

Penyaluran bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi bencana, meningkatkan pemantauan kualitas udara, serta mendukung pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.(*)

Recommended

Highlights

Populer