RAGAM NARASI.ID -, Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jambi. Pertemuan strategis ini digelar di Swissbell hotel Jambi pada Senin (24/11), dengan fokus utama “Sinergi TPID se-Provinsi Jambi dalam Menjaga Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan Strategis Menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.”
Kegiatan yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jambi bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi ini bertujuan memperkuat koordinasi dan mempersiapkan langkah mitigasi inflasi berbasis 4K: Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.
Dalam forum tersebut, Wabup Katamso menyampaikan laporan positif dari Tanjab Barat. Ia menegaskan bahwa indeks perubahan harga (IPH) di wilayahnya berada dalam keadaan aman dan terkendali selama tiga bulan terakhir.
Untuk menjamin ketersediaan pasokan, khususnya komoditas strategis, Pemkab Tanjab Barat telah mengambil langkah konkret:
- Ketersediaan Cabai: Telah disiapkan 12 hektare lahan untuk penanaman cabai, yang melibatkan baik lahan milik pemerintah maupun petani lokal, guna mengantisipasi kebutuhan di bulan-bulan mendatang.
- Dana Siaga: Pemerintah Daerah Tanjab Barat juga telah mengalokasikan dana senilai Rp900 juta sebagai dana antisipasi dan respons cepat apabila terjadi lonjakan inflasi yang signifikan.
Wabup Katamso juga menggunakan kesempatan ini untuk mengundang Kepala Perwakilan BI Jambi agar dapat menghadiri dan berpartisipasi dalam High Level Meeting TPID Tanjab Barat selanjutnya.
Acara tersebut dibuka oleh Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani. Dalam sambutannya, Wagub Abdullah Sani memberikan penekanan serius terhadap tantangan inflasi menjelang momen besar seperti Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Pertemuan tersebut dihadiri oleh unsur Forkopimda Provinsi Jambi, Kepala Perwakilan BI Jambi, Kepala BPS, Kepala Bulog, serta perwakilan OPD terkait dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. HLM ini menjadi wadah evaluasi kinerja TPID tahun 2025 sekaligus menyinergikan program kerja untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah. (*)








