RAGAM NARASI.ID -, Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M. Ag meresmikan Pelatihan Pangkas Rambut Santri yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tanjung Jabung Barat di Hotel Rivoli Kuala Tungkal, Jum’at (28/11/2025). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 28–29 November 2025 ini menjadi bagian dari penguatan program zakat produktif untuk membekali santri dengan keterampilan usaha dan mendukung kemandirian ekonomi pesantren.
Pembukaan pelatihan ditandai dengan aksi pangkas rambut secara simbolis oleh Bupati dan Wakil Bupati kepada satu orang pengurus Baznas Tanjung Jabung Barat. Hadir sebagai narasumber utama, M. Taher (Instruktur & Owner Barber Shop Taher) yang memberikan pelatihan teknik pangkas rambut yang baik dan profesional kepada para santri peserta.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga menyerahkan Bantuan Program Tanjab Barat Cerdas kepada Syafiaturrahmah, siswi SMPN 1 Tanjung Jabung Barat yang akan mengikuti Lomba Pidato Ceramah Agama Tingkat Nasional di Jakarta, senilai Rp3.000.000. Selain itu, secara simbolis Bupati dan Wakil Bupati menyerahkan paket peralatan lengkap pangkas rambut kepada pondok pesantren, yaitu Ponpes Al Baqiyatushalihat, Ponpes Saadatul Abadiyah, Ponpes Datuk Ismail Nagara, Ponpes Nurul Burhani, Ponpes Al Anwar, Ponpes Mafatinul Huda, Ponpes Manba’ul Falah, dan Ponpes Fathul Ulum.
Dalam sambutannya, Bupati Tanjab Barat Anwar Sadat menegaskan bahwa santri tidak hanya dituntut menguasai ilmu agama, tetapi juga perlu dibekali keterampilan lain sebagai modal memasuki dunia kerja dan wirausaha. Menurutnya, pelatihan pangkas rambut ini sejalan dengan upaya pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi santri melalui pengelolaan zakat produktif yang diarahkan ke program-program pemberdayaan.
Bupati memberikan apresiasi kepada Baznas, jajaran perbankan, dan seluruh pihak yang mendukung terlaksananya kegiatan tersebut, termasuk Bank BSI, BRI, Bank 9 Jambi, serta instruktur profesional dari Barber Shop Taher. Ia berharap kolaborasi ini terus diperkuat sehingga semakin banyak santri yang dapat mengakses program pelatihan keterampilan dan dukungan sarana usaha dari dana zakat, infaq, dan sedekah.
Bupati juga menyampaikan bahwa keterampilan pangkas rambut yang dimiliki santri dapat langsung dimanfaatkan di lingkungan pondok pesantren sehingga santri tidak perlu lagi keluar pondok untuk mendapatkan layanan tersebut.
"Santri yang sudah mengikuti pelatihan dapat menularkan ilmu dan keterampilannya kepada santri lain sehingga terbentuk regenerasi dan keberlanjutan usaha jasa pangkas rambut di masing-masing ponpes," katanya
"Pemerintah daerah bersama Baznas akan melihat perkembangan usaha pangkas rambut di pesantren ini, jika ke depan terbukti dikelola dengan baik dan memberikan manfaat ekonomi, kita akan berikan lagi bantuan kedepannya," lanjutnya
Ketua Baznas Tanjab Barat Ahmad Haziq, S.H.I menjelaskan bahwa pelatihan diikuti oleh 22 santri dari pondok pesantren di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dengan komposisi rata-rata dua peserta per ponpes sebagai calon penggerak usaha jasa pangkas rambut di lingkungan pesantren masing-masing.
Selain itu Ketua Baznas menyampaikan kegiatan ini merupakan penyaluran dana zakat, infaq, dan sedekah ke dalam program produktif yang diharapkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi santri dan lembaga pesantren.
"Setelah kembali ke pondok, santri dapat membuka layanan pangkas rambut di lingkungan pesantren serta ke depan berkontribusi kembali melalui infaq dan sedekah lewat Baznas untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan," katanya
Dalam sesi testimoni, salah satu peserta, Zahdan dari Ponpes Al Anwar, mengungkapkan rasa syukur dapat mengikuti pelatihan ini. Ia berharap dapat membuka wawasan serta keterampilan sederhana dalam pangkas rambut.
"Kegiatan ini menjadi peluang usaha halal yang menjanjikan, baik di lingkungan pondok maupun ketika kembali ke tengah masyarakat," ungkapnya
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Asisten Administrasi Umum sekaligus Plt Kadis Sosial, Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra, Rektor IAI An-Nadwah Kuala Tungkal, perwakilan Bank BSI, BRI, Bank 9 Jambi, Diskoperindag, pimpinan pondok pesantren penerima manfaat, serta para santri peserta pelatihan. (*)








